Siapa yang meragukan bahwa nama
Minakjinggo memang ada? Tetapi, apakah Minakjinggo merupakan nama dari seorang tokoh historis, atau hanya sebuah legenda, itu memang memerlukan pembuktian yang lebih akurat. Lepas dari itu semua, jelas takterbantahkan bahwa Minakjinggo mempunyai kaitan yang sangat erat dengan Blambangan (baca: Banyuwangi). Masyarakat Jawa, baik Banyuwangi (Blambangan) maupun Jawa Kulonan (Majapahit-Mataram) meyakini bahwa Minakjinggo pernah hidup pada masa Ratu Kencono Wungu memerintah Majapahit. Akan tetapi, di antara kedua kelompok itu masing-masing mempunyai versi yang berbeda. Jawa Kulonan memandang Minakjinggo sebagai seorang raja yang bengis, buruk muka, dan pengacau negara Majapahit. Sementera masyarakat Banyuwangi menganggap bahwa Minakjinggo adalah seorang raja yang sangat dikdaya, memerintah dengan adil sehingga pada masa pemerintahannya Blambangan berhasil menjadi sebuah kerajaan yang makmur dan disegani. Minakjinggo memang memberontak Majapahit, tetapi atas alasan menuntut keadilan. Dua versi ini memang harus dipahami secara paradigmatik, dari sudut pandang mana orang memandang sebuah peristiwa. Seorang polisi adalah seorang penjahat kalau dilihat dari sudut pandang penjahat. Sebaliknya, seorang penjahat adalah seorang pahlawan, kalau dilihat dari sudut pandang penjahat. Lepas dari kontroversi tersebut, sebenarnya kapan sih Minakjinggo lahir..? Siapa pula yang melahirkan...?
Tentu saja pertanyaan ini lebih sulit lagi dijawab. Tetapi ada Minakjinggo yang baru dilahirkan tanggal 25 April 2009 kemarin. Minakjinggo.com, sebuah nama yang disepakati untuk Komunitas Blogger Banyuwangi. Minakjinggo.com tampaknya punya karakter yang agak idealis. Ingin mengangkat daerahnya, Banyuwangi, ke alam maya (bukan alam gaib ya). Diharapkan di sana akan ditemukan referensi-referensi yang berguna terkait dengan Banyuwangi.
Pada waktu yang bersamaan, lahir pula sepupu dari minakjinggo.com, yaitu republikpeces.com. Yang terakhir disebut ini tampaknya mempunyai karakter yang sangat berbeda dari sepupunya, sangat materialitis. Republikpeces.com akan menjadi wadah para blogger Banyuwangi untuk mencari peces (uang). Entah bagaimana bentuknya, tunggu saja perkembanganya.
Nah, pengen liat siapa-siapa yang datang saat itu? Mereka-mereka itulah yang membidani (mendukuni) kelahiran minakjinggo.com dan republikpeces.com. Tetapi, minakjinggo.com bukan hanya milik mereka, melainkan milik seluruh blogger Banyuwangi. Melahirkan memang tidak terlalu mudah, tetapi merawat dan membesarkan jauh lebih sulit. Untuk itu diundang seluruh rekan blogger Banyuwangi untuk terlibat dalam wadah ini.
Inilah suasana pembedahan kedua jabang bayi, minakjinggo.com dan republikpeces.com. Suasana terlihat serius tapi santai. Maklum, tempatnya saja minjem sebuah warung makan sederhana di wilayah Purwoharjo, Banyuwangi Selatan. Di antara para blogger, hadir Sales Officer dari Ceria (Sampoerna Telecominication), Bapak Sujud Syukur, ST (baju merah).

Inilah wajah-wajah ceria blogger kita seusai menetaskan kedua jabang bayi tersebut. Dari Kanan: Sahabat Cahyo Naza, Sahabat Firman, Sahabat Hasyim Kholik, Sahabat Nur Hasim, Sahabat Arif, Sahabat Arif juga. Ada lagi satu yang nggak mau difoto, maklum wajahnya lebih buruk daripada wajahnya Prabu Minakjinggo, makanya milih jadi tukang jepret (Sahabat Pius).
